Sempat Viral, Ini 6 Hal Tentang Cuka Apel yang Harus Kamu Tahu

    0
    86
    Sempat Viral, Ini 6 Hal Tentang Cuka Apel yang Harus Kamu Tahu

    Cuka apel atau cuka sari apel, salah satu bahan dapur yang digunakan sebenarnya terkenal dengan kesehatan kulit dan perawatan kecantikan. Banyak wanita mengklaim menggunakan cuka apel sebagai pengganti tonerdan hasilnya membuat wajah terlihat lebih sehat. Namun, ada juga yang masih ragu untuk menggunakannya karena cuka ini memiliki konsentrasi asam yang cukup tinggi dan mengeluarkan bau yang cukup menyengat.

    Mereka yang telah membuktikan keberhasilan cuka sari apel sebagai perawatan kecantikan mereka mengatakan bahwa produk ini Cawan Suci. Namun, apakah itu benar? Bisakah sari apel menjadi solusi untuk semua masalah kulit Anda? Luncurkan dari Diri, ini adalah penjelasan lebih lanjut tentang penggunaan cuka apel untuk kulit Anda.

    1. Cuka apel berkhasiat mengatasi masalah wajah

    Seperti disebutkan sebelumnya, banyak yang mengklaim memiliki wajah yang lebih bersih dan bebas masalah setelah menggunakan cuka apel. Jerawat dan bekas luka, tahi lalat, bahkan kutil. Tetapi fakta kesehatan mengungkapkan bahwa cuka sari apel dapat merusak sel-sel kulit dan menyebabkan luka bakar kimia. Ini bisa terjadi karena sari apel AC id atau asam.

    Para ahli menemukan beberapa kasus kesehatan, seperti seorang wanita yang menderita kerusakan kulit setelah menerapkan beberapa tetes cuka apel di wajahnya selama 3 hari berturut-turut. Awalnya, wanita itu ingin menyingkirkan tahi lalat. Namun, rutinitas kecantikan justru memicu munculnya luka di kulit. Karena itu, para ahli kesehatan sebenarnya tidak merekomendasikan penggunaan cuka apel pada wajah sebagai pengganti toner atau apapun itu, Bela.

    2. Cuka apel dapat mengobati sakit tenggorokan dan masuk angin

    Pada dasarnya, bakteri tidak dapat bertahan hidup di lingkungan dengan keasaman tinggi yang disebabkan oleh cuka. Memang benar bahwa cuka berfungsi sebagai disinfektan, membuatnya baik untuk membersihkan ruangan. Tetapi untuk mengobati sakit tenggorokan dan pilek?

    Sakit tenggorokan akibat pilek disebabkan oleh respon imun tubuh terhadap infeksi. Jadi, meskipun cuka sebenarnya dapat membunuh virus di tenggorokan Anda, produk ini mungkin tidak membuat Anda lebih baik. Infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan bagian atas akan bertahan.

    3. Cuka apel dapat menyembuhkan kanker

    Beberapa berpendapat bahwa cuka sari apel dapat menyembuhkan kanker. Klaim ini didasarkan pada penelitian yang menemukan bahwa ekstrak cuka beras Jepang dapat menghentikan pertumbuhan sel kanker di laboratorium. Namun sayangnya, penemuan ini tidak bisa disamakan dengan konsumsi cuka apel. Jadi, itu belum sepenuhnya terbukti.

    4. Cuka apel dapat menyembuhkan refluks asam dan mulas

    Gejala-gejalanya mulas atau panas di perut disebabkan oleh asam lambung yang naik ke kerongkongan. Munculnya anggapan bahwa cuka apel dapat menyembuhkan gangguan ini karena adanya sensor di esofagus bagian bawah yang dapat mendeteksi keberadaan asam, dan merespons dengan mendorong makanan dan asam lambung kembali turun. Namun, para ahli percaya bahwa mengonsumsi produk asam hanya dapat memperburuk kondisi perut.

    5. Cuka apel dapat menurunkan berat badan dan kolesterol

    Ada sebuah penelitian di Jepang menemukan bahwa mengonsumsi satu sendok makan cuka encer dapat menurunkan berat badan. Namun, penelitian ini tidak dapat sepenuhnya dibuktikan, dan penurunan berat badan jauh dari angka signifikan. Selanjutnya, peserta yang melakukan percobaan ini bertambah berat setelah penelitian selesai.

    Namun, para peneliti berasumsi bahwa cuka dapat menghambat produksi lemak. Juga, ada kemungkinan bahwa cuka dapat meningkatkan rasa kenyang karena kemampuan toleransi yang rendah setelah mengonsumsi mual.

    6. Jadi, apa manfaat cuka apel?

    Bukan berarti cuka apel tidak memiliki manfaat kesehatan, Anda tahu. Ada banyak penelitian yang mengungkapkan kemanjuran penggunaan cuka apel pada kulit dan tubuh. Sebagai contoh, beberapa penelitian telah menemukan bahwa makan cuka yang dilarutkan sebelum makan hidangan karbohidrat dapat mengurangi kenaikan gula darah. Ketika peningkatan gula darah dapat dihindari, secara tidak langsung dapat mencegah tubuh dari berbagai penyakit serius lainnya, seperti diabetes.

    Para ahli menjelaskan, asam asetat dalam cuka berfungsi menghambat aktivitas enzim disakarida di usus kecil yang bertanggung jawab untuk menghancurkan pati. Jika pati tidak dipecah, zat tidak dapat diserap oleh tubuh, menyebabkan gula berakhir dalam darah. Dalam hal ini, semua jenis cuka, bukan hanya sari apel, memiliki sifat yang sama.

    Cuka apel tidak sepenuhnya obat untuk semua masalah kulit dan tubuh. Perlu diingat bahwa cuka apel memiliki konsentrasi asam yang tinggi sehingga Anda harus berhati-hati ketika ingin menerapkannya langsung ke kulit atau mengkonsumsinya langsung di dalam tubuh. Meskipun ada penelitian yang mengatakan jika cuka apel bermanfaat bagi kesehatan, banyak penelitian masih diperlukan untuk membuktikan apakah bahan dapur ini benar-benar berkhasiat untuk kecantikan dan perawatan kesehatan Anda.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here