Sejarah Film Horor Indonesia: Dari Hindia Belanda Hingga Masa Kini

0
39
Sejarah Film Horor Indonesia: Dari Hindia Belanda Hingga Masa Kini

Tidak bisa dipungkiri, Horor masih menjadi magnet paling rapi di industri perfilman Indonesia. Dari zaman kuno, film bergenre horor selalu dijual di pasaran. Bahkan menurut seorang psikoanalis, Sigmund Freud, horor adalah tentang keinginan tersembunyi manusia di alam bawah sadar.

Baru-baru ini, film horor mendominasi pencapaian sinema Indonesia. Satu film horor belum ditayangkan, sebuah film baru akan dirilis. Bela, penasaran tidak juga, seperti apa sejarah film horor Indonesia? Mari kita periksa ini!

1. Film horor pertama di Indonesia

Sejarah Film Horor Indonesia: Dari Hindia Belanda hingga Sekarang

Film menakutkan pertama di Indonesia berjudul Doea Siloeman Oeler Poeti id Item (1934). Kisah ini menjadi film kedua di Indonesia setelah film Indonesia pertama yaitu Loetoeng Kasaroeng (1926). Sutradara film ini adalah Then Teng Chun. Ia memproduksi film ini dengan Cino Motion Pictures. Film ini adalah tentang dua setan yang ingin menjadi manusia.

2. Saat berkembang pesat

Sejarah Film Horor Indonesia: Dari Hindia Belanda hingga Sekarang

Kemudian, perkembangan film-film horor meroket begitu pesat setelah keberadaan film tersebut Boelan yang cerah produksi Nederlandsch Indie Film Syndicaat dan disutradarai oleh Albert Balink berhasil di pasar. Pada waktu itu, mereka menggunakan pemeran teater untuk film tersebut.

3. Mendominasi pasar film horor

Sejarah Film Horor Indonesia: Dari Hindia Belanda hingga Sekarang

Antara tahun 1940 dan 1941, perusahaan Then Teng Chun, Java Industrial Film, berhasil memproduksi 15 film. Salah satunya berjudul Tengkorak Hidoep (1941) oleh Tjoe Hock. Film ini sangat populer di pasaran. Terlepas dari efek kilat dan tengkorak, cerita ini juga menarik, yaitu tentang perjalanan seorang prajurit ke pulau berhantu.

4. Film horor kehilangan pesona

Sejarah Film Horor Indonesia: Dari Hindia Belanda hingga Sekarang

Setelah itu, film horor meredup dan bersinar lagi pada tahun 1971. Ditandai dengan rilis film Lisa oleh M Syariefudin dan Kuburan di Kuburan karya Awaludin dan Ali Shahab. Dari film Kuburan di Kuburan, Legenda film horor Indonesia, Suzanna memulai debutnya.

5. Keuntungan yang dikembalikan

Sejarah Film Horor Indonesia: Dari Hindia Belanda hingga Sekarang

Keuntungan besar diraih oleh film tersebut Anak di Kuburan yang menghasilkan IDR72 juta selama pemutaran film. Setelah itu, tidak tanggung-tanggung, ada 22 judul film horor muncul pada tahun 1972 hingga 1980. Pada tahun 1981 hingga 1991. Dari setidaknya 84 judul film horor yang ada, 16 di antaranya dibintangi Suzanna. Wow keren!

6. Eksploitasi seksualitas

Sejarah Film Horor Indonesia: Dari Hindia Belanda hingga Sekarang

Pada 1970-1990-an, horor identik dengan seks, kekerasan, dan komedi. Suzanna memainkan berbagai adegan panas. Ditambah bang Bokir adalah bumbu lucu di dalamnya, seperti film Sundel Bolong (1981), Nyi Blorong (1982), Jumat malam Kliwon (1986), Ratu Buaya Putih (1988) dan Wanita harimau (1989) kesuksesan pasar.

7. Film horor di era milenium

Sejarah Film Horor Indonesia: Dari Hindia Belanda hingga Sekarang

Memasuki tahun 2000, program horor juga muncul di televisi ledakan, sebagai Pemburu Hantu, Uka-Uka dan Dunia lain. Ketika televisi mulai mendominasi dunia horor, Jose Poernomo dan Rizal Mantovani mengambil sudut yang berbeda. Mereka berdua memproduksi film horor dengan judulnya Jelangkung (2001). Film ini berhasil mendatangkan 1,5 juta penonton di seluruh Indonesia. Film horor ini berhasil menyaingi kesuksesan Petualangan Sherina (2000) oleh Riri Riza.

8. Aktris porno film horor warna

Sejarah Film Horor Indonesia: Dari Hindia Belanda hingga Sekarang

Bumbu seks dan komedi bahkan lebih gila. Aktris porno asing juga diundang untuk berperan sebagai film horor Indonesia. Seperti Rin Sakuragi di film itu Suster keramas (2009), Maria Ozawa di Ghost Landman kusir (2010), Sora Aoi di Shampooing Sister 2 (2011), Tera Patrick in Runtihan Kuntilanak Virgin (2010), dan Sasha Gray di Pocong Bathing Hip Hip (2011).

9. Cerita lokal

Sejarah Film Horor Indonesia: Dari Hindia Belanda hingga Sekarang

Di sisi lain, film horor yang menampilkan tempat-tempat menakutkan tertentu juga muncul. Beberapa tempat wisata misteri dimunculkan dalam film, seperti dalam film Purut Orange Ghost (2006), Rumah Kentang (2012), Mal Klender (2014) atau Taman Mayestik Langsat (2014).

10. Film horor naik di kelas

Sejarah Film Horor Indonesia: Dari Hindia Belanda hingga Sekarang

Sekarang, romansa film horor dari masa lalu sedang mencoba untuk diangkat kembali. Salah satunya adalah film 1982 yang dibuat ulang oleh sutradara Joko Anwar, yaitu Pengabdian Setan. Film Pengabdian Setan (1982) disutradarai oleh Sisworo Gautama Putra. Joko Anwar sangat ambisius sehingga ia meminta izin untuk mereproduksi film ini selama 10 tahun.

Upaya Joko Anwar tidak sia-sia, karena terbukti bahwa 4,2 juta pemirsa ingin menontonnya. Bahkan kemudian, pada Senin (19/2/2018), Joko Anwar mengumumkan bahwa Hamba Setan mengudara di 42 negara, termasuk Belanda, Singapura, Thailand, Spanyol, dan Taiwan.

Keberhasilan Joko Anwar bukan tanpa alasan. Terlepas dari pesatnya perkembangan teknologi untuk mewujudkan imajinasi, orang-orang juga rindu dan penasaran dengan film-film horor di masa lalu. Selain Pengabdian Setan, juga disana Danur: I Can See Ghost pada 2017 yang juga sukses dengan 2,7 juta penonton selama pemutaran film dan banyak film horor lainnya.

Kedua film adalah bukti bahwa film horor Indonesia mulai meningkat kualitasnya. Sama sekali tidak menunjukkan kesan seks, horor masih bisa dinikmati sebagai salah satu genre favorit pecinta film Indonesia.

Itulah perkembangan dan sejarah film horor Indonesia. Semoga bermanfaat Iya, Membela!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here